oleh

Ketua IMM Nilai PJ Gubernur Jambi Banyak Gaya

Jambi, – Penderita positif Covid-19 di Provinsi Jambi semakin hari terus bertambah, terbilang 7 maret 2022 tercatat 20 orang penambahan dengan total 5.631 terkonfirmasi. Bahkan, 1 orang diantaranya dikabarkan meninggal. Kondisi ini membuat Provinsi Jambi masih sangat rentan terhadap penyebaran.

M. Awal Ketua IMM Provinsi Jambi hari ini, Senin (8/7/21) turut berduka dengan apa yang telah terjadi di Provinsi Jambi terkait lemahnya penanganan penyebaran virus tersebut, dikatakannya kepada media ini terkait hal tersebut, hingga mengkritik keras pejabat Gubernur Provinsi Jambi saat ini dijabat Dr. Hari Nur Cahya Murni. Dia meminta agar Gubernur melakukan upaya pencegahan penyebaran virus berbahaya ini dengan mengambil langkah progresif atau skenario tertentu supaya masyarakat tercegah dari penularan yang semakin luas.

“Kita berharap agar Provinsi Jambi tidak lagi menjadi zona merah dan memakan korban, namun sangat kita sayangkan, Pj sekarang cenderung tertutup kepada masyarakat soal penyebaran dan penanganan, dan lebih memilih menunggu instruksi dari Pemerintah pusat, dan itu merupakan langkah tidak efektif jika hanya menunggu tanpa ada tindakan dan inisiatif, saya pikir itu banyak gaya saja,” ujar Awal.

Lebih lanjut dia memaparkan, Pj Gubernur seharusnya mengevaluasi kegiatan apa saja yang selama ini dilaksanakan Dinas dan penanggung jawab lapangan dan mengevaluasi apa kekurangannya sehingga tidak bisa dikontrol dampak penyebaran, meningkatkan kepedulian Masyarakat agar mematuhi aturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, Provinsi hingga Kabupaten Kota lingkup Provinsi Jambi untuk mendeteksi kurangnya tingkat kedisiplinan masyarakat dan mengetahui dimana titik kelemahan tindakan yang selama ini kita duga tidak tepat sasaran.

Dan kepada stakeholder yang membidangi hal tersebut agar mampu memberikan masukan kepada PJ Gubernur Provinsi Jambi saat ini.

Harapannya, Pj Gubernur Jambi agar lebih fokus mengatasi penyebaran dan meningkatkan penyembuhan Covid-19 dan menekan angka kematian, bukan sibuk melakukan kegiatan-kegiatan seremonial, (bergaya.red) dengan perjalanan Dinas keluar Daerah dengan memanfaatkan fasilitas Negara dan kewenangan sebagai pejabat Gubernur, harapnya.

 

Hengki

Komentar

BERITA TERKAIT