oleh

Kades Kanji Meningkat, Pemerintah Diminta Tindak Tegas

Sungai Penuh, – Cerita lendir rupanya tidak berkesudahan melanda citra pejabat di Kota Sungai Penuh belakangan ini, sepertinya cerita tersebut sudah tidak tabu lagi dikonsumsi oleh Masyarakat dan warga net sekitaran Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Tidak dapat dihitung dengan jari kasus seperti ini menimpa pejabat aktif.

Heboh dan viralnya kasus lendir yang membawa pejabat hingga ke pelaminan kedua, dan seolah menjadi kebanggaan tersendiri bagi oknum tersebut.

Diberitakan sebelumnya, oknum Kades di Kecamatan Tanah Kampung menikahi seorang wanita yang masih berstatus istri orang, pada hari Kamis (11/3/21) yang mengakibatkan citra dan kehormatan Jabatan Kepala Desa tercoreng oleh segelintir oknum yang memanfaatkan kesempatan untuk menyalurkan nafsu keserakahan.

Menyikapi maraknya kasus Lendir yang menyeret nama Kades, sehingga hilangnya rasa simpati masyarakat, dan meninggalkan kesan buruk. Wargapun mencibir.

“Kami menyesal memilihnya sebagai kades, kami mengharap agar ada kemajuan di Desa, menjadi Desa yang Agamis, maju dan bermartabat, bukan seperti ini, merebut istri orang,” ujar sumber media ini.

“Kami tidak menyesalkan Kades beristri dua, tapi yang kami sesalkan adalah memperistrikan istri orang, itu sudah jelas melanggar hukum agama dan hukum Negara,” paparnya.

“Kami berharap agar Pemerintah Kota Sungai Penuh mengambil sikap atas kejadian ini, dan kami nilai dia, (kades.red) tidak layak lagi mengurus Desa kami ini,” ketusnya.

Agar berhentinya kasus lendir ini, Pemerintah Kota Sungai harus tegas dalam mengambil keputusan dan sangsi terhadap oknum kades yang nakal, baik sangsi administrasi maupun sangsi pemecatan secara tidak hormat pada setiap pelanggar hukum. Karena ini menyangkut nama baik Desa dan Pemerintah Kota Sungai Penuh kedepannya.

wo_musekin

Komentar

BERITA TERKAIT