oleh

Tak Masuk Akal! Di Pemalang, Gas Elpiji 3Kg Tembus 35.000 Hingga 50.000 PerTabung

Pemalang – Upaya Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, hingga Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang untuk mempertahankan harga kebutuhan primer dan sekunder dari sebelum Bulan Puasa Ramadhan tahun 2024 hingga hari ini (17.4.2024), tampaknya sia sia saja.
Hal ini jelas terbukti dan jadi pil pahit yang harus ditelan oleh warga masyarakat.
Bagaimana tidak, hasil pantauan tim kami di lapangan, harga Gas Elpiji ukuran 3kg justru meroket gila gilaan. Harga yang awalnya berkisar antara Rp. 19.000,- , hingga Rp. 23.000,-. Kini justru meroket menjadi Rp. 35.000,- hingga Rp. 50.000,-.

Kondisi tersebut nampak nyata semakin memperburuk kehidupan warga masyarakat. Ditengah kenaikan harga kebutuhan primer seperti Beras, sayur mayur, daging, dan lain sebagainya yang juga perlahan tapi pasti ikut meroket naik tajam tanpa terhentikan.

“Beras, bahkan sayur mayur kan harganya naik, Pak. Lhah kok sekarang malah harga gas melon ikutan naik. Ini saja saya beli Rp. 45.000,-. Tetangga saya juga beli harganya Rp. 50.000,- .”, ungkap Wati, sembari menenteng Tabung Gas Melon miliknya, (15.4.2024).

Tak hanya dikeluhkan oleh “Emak Emak”, meroketnya harga Gas 3Kg juga dikeluhkan oleh pedagang warung nasi disalah satu jalan protokol Kabupaten Pemalang.
Menut pria yang tak mau disebutkan namanya itu, untuk memenuhi kebutuhan memasak diwarungnya, dirinya harus rela membayar Rp. 35.000,- per tabung gas melon. Itu pun dirinya hanya mendapatkan jatah 2 tabung tiap seminggu sekali.

“Warung itu kan paling utama Gas Elpiji nya, Pak. Tapi malah harus Ngelus dada begini karena harganya tak bisa kompak dengan keadaan. Rp. 35.000,- pertabung. Saya punya 2 tabung, itu pun dijatah 2 tabung tiap minggu.”, imbuhnya.

Naiknya harga gas 3Kg juga dikeluhkan oleh Kandar, pria paruh baya yang berprofesi sebagai penarik becak.
Penghasilannya yang pas pasan setiap hari, justru semakin terlihat menderita manakala tak tampak kegiatan memasak di dapurnya.
Tabung gas melon yang ia gunakan untuk memasak pun harus “Njomplang” tak berdaya.

“Nyong mbecak sedina gur ulih Rp. 30.000,-, kadang beh ora ulih penumpang. Liyane rega pada mundak, saiki gas melu mundak. (Saya narik becak, penghasilan Rp. 30.000,-. Kadang juga sama sekali tidak dapat penumpang. Harga kebutuhan pada naik, eh sekarang harga gas 3Kg juga ikutan naik.red).”, pungkasnya sembari menyeka air mata meratapi nasibnya.

Hingga berita ini diekspose, Pemerintah Kabupaten Pemalang sama sekali Diam Tanpa Kata, bahkan belum menampakkan pergerakan, usaha, daya, upaya untuk mengembalikan dan menstabilkan harga Gas 3Kg maupun harga bahan kebutuhan pokok lainnya.

(Dentang)

Komentar