oleh

Cueknya Pemda Pemalang Pada Makam Ayah Bunda “WR. SUPRATMAN”

 

 

Pemalang – Orang Tua mana yang tidak Bangga jika mempunyai anak yang kelak dinobatkan sebagai “Pahlawan Nasional” di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sudah pasti dan tentu saja Bangga yang teramat luar biasa. Terlebih jika anaknya tersebutlah yang menciptakan “Lagu Kebangsaan” berjudul “Indonesia Raya”.

Ya Betul Sekali. Dari pasangan suami istri Senen Sastro Soehardjo dan Siti Senen lah lahir salah seorang anak yang nantinya menjadi Pahlawan Nasional Pencipta Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Aransemen hingga syair penyemangat para pejuang yang terangkum dalam lagu Indonesia Raya tersebut lahir dari seorang pria muda bernama Wage Rudolf Supratman.

Namun siapa sangka, jika sang Pahlawan Nasional tersebut pernah tinggal di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia?

Penelusuran tim Gerhanaonline.net dalam menggali informasi tersebut akhirnya membuahkan hasil dan sekaligus mengetahui secara pasti lokasi atau makam kedua orang tua sang Pahlawan Nasional itu.

Terletak di Jalan Pemuda, tepatnya di kompleks Tempat Pemakaman Umum “Ancak Suci”, ikut Kelurahan Mulyoharjo, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah lah yang menjadi tempat peristirahatan terakhir Ayah Bunda dari WR. Supratman.

Menurut cerita yang tim Gerhanaonline.net dapatkan, dari salah satu Juru Kunci TPU Ancak Suci, Slamet, mengungkapkan, jika Ayah Bunda WR. Supratman sempat beberapa tahun tinggal dan memiliki rumah di Kabupaten Pemalang.

“Sebelum wafat, Ayah dan Bunda nya tinggal di Pemalang, tepatnya didekat Alun Alun Pemalang.”, Ungkap Slamet, (24/6/2024).

Dikatakan oleh pria paruh baya yang akrab biasa disapa “Slamet Jenggot” ini,  WR. Supratman juga pernah beberapa waktu tinggal dan berkunjung.

“Beliau sempat tinggal di Pemalang juga, bahkan sering kali berkunjung melepas rindu dengan kedua orang tuanya.”, Katanya.

Slamet Jenggot menambahkan jika keluarga dari WR. Supratman pun sering berkunjung meluangkan waktu untuk berdoa di makam Ayah Bunda Sang Pahlawan Nasional.

“Sering kesini, kirim doa dan tabur bunga. Ya kadang setahun sekali, kadang berapa bulan sekali.”, Tandasnya.

Diceritakan ulang juga oleh Slamet, Ayah Bunda WR. Supratman tersebut sangat nyaman tinggal di Pemalang, bahkan saat sakit hingga akhir hayatnyapun di Pemalang.

“Pak Senen dan Ibu Siti, nyaman disini. Bahkan dari awal, sakit, hingga akhir hayatnya pun, Beliau disini, di Pemalang.”, Pungkasnya.

Namun apalah daya kamipun harus ngelus dada manakala melihat sekeliling pusara atau makam tersebut yang sangatlah jauh dari perhatian serta sentuhan perawatan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang.

Rerumputan yang banyak, dedaunan kering, bahkan tembok pembatas yang tampak tak layak lagi, menjadi pemandangan yang “Luar Biasa” membuat hati ini hancur tak berbentuk.

“Lhah mas, jangankan nge cat tembok keliling, tiap saat saja saya dan warga sekitar sini yang merawatnya. Itu pun kami tidak pernah menerima atau dapat kabar gembira terkait Renovasi makam ini yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Pemalang.”, Imbuhnya.

Bagaikan tersambar Petir di padang pasir, kamipun syok mendengar penuturan pria yang kesehariannya menjadi salah satu juru kunci TPU Ancak Suci. Bagaimana tidak, Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang seakan Cuek, Tutup Mata dan Telinga karena tak pernah merealisasikan atau merenovasi Tempat Peristirahatan Terakhir Ayah Bunda seorang Pahlawan Nasional tersebut.

Entah apa yang dipikirkan oleh Pemerintah Daerah Pemalang sehingga tak mau “Cawe Cawe” untuk sekedar merenovasi pusara tersebut agar bisa tampak lebih baik lagi.

Hingga berita ini terekspose, makam tersebut sama sekali belum mendapatkan sentuhan manis dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang.

(Dentang)

 

 

Komentar